Analisis Film Joker (2019) Sebagai Media Komunikasi Massa Digital

Authors

  • Muhammad Hanif Ahda Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Teknik Universitas Abdurrab
  • Okta Tri Wulandari Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Teknik Universitas Abdurrab
  • Fenny Anita Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Teknik Universitas Abdurrab

DOI:

https://doi.org/10.31004/jiki.v2i2.59

Keywords:

Joker (2019), komunikasi massa digital, gangguan mental, semiotika Roland Barthes, stigma.

Abstract

Gangguan mental merupakan isu sosial dan kesehatan yang kerap disertai stigma, diskriminasi, serta keterbatasan dukungan sosial. Film sebagai media audio-visual dapat menyampaikan isu tersebut melalui cerita, dialog, ekspresi, dan simbol yang berpotensi memengaruhi pemaknaan khalayak. Penelitian ini bertujuan menganalisis fungsi film Joker (2019) sebagai media komunikasi massa digital dalam menyampaikan isu gangguan mental. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis isi dan semiotika Roland Barthes. Data primer berupa film Joker (2019), sedangkan data sekunder berasal dari buku, jurnal, dan literatur relevan. Analisis difokuskan pada lima belas adegan yang berkaitan dengan kondisi psikologis Arthur Fleck dan respons lingkungan sosialnya. Setiap adegan ditafsirkan melalui tiga tingkat pemaknaan, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara denotatif film menampilkan pengalaman Arthur dalam bekerja, menjalani konseling, menghadapi penolakan dan kekerasan, serta mengalami konflik keluarga dan sosial. Secara konotatif, adegan-adegan tersebut membangun makna keterasingan, penderitaan, ketidakadilan, stigma, dan minimnya dukungan terhadap individu yang mengalami persoalan psikologis. Pada tingkat mitos, film memperlihatkan ketegangan antara kritik terhadap ketidakpedulian sosial dan kemungkinan terbentuknya stereotip yang menghubungkan gangguan mental dengan kekerasan. Penelitian menyimpulkan bahwa Joker (2019) tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai teks komunikasi massa yang menyampaikan kritik sosial dan membuka ruang refleksi mengenai stigma kesehatan mental. Namun, representasi fiksi film tidak dapat diperlakukan sebagai diagnosis klinis atau gambaran yang mewakili semua orang dengan gangguan mental.

References

Barthes, R. (2017). Mitologi (N. Nurhadi, Penerj.). Kreasi Wacana. https://kreasiwacana.com/mitologi-roland-barthes/

Eriyanto. (2021). Analisis isi: Pengantar metodologi untuk penelitian ilmu komunikasi dan ilmu-ilmu sosial. Kencana. https://prenadamedia.com/shop/analisis-isi/

Erikson, E. H. (2020). Identitas dan siklus kehidupan. W. W. Norton & Company. https://wwnorton.com

Foucault, M. (2020). Kekuasaan/Pengetahuan: Wawancara terpilih dan tulisan lainnya. Pantheon Books. https://books.google.com

Freud, S. (2021). Ego dan id. Standard Ebooks. https://standardebooks.org

Giddens, A. (2020). Sosiologi (Edisi ke-8). Polity Press. https://www.politybooks.com

Hall, S. (2011). Representasi: Representasi budaya dan praktik-praktik pemaknaan (Terj. Ikramullah Mahyuddin). Yogyakarta: Jalasutra. https://uk.sagepub.com/en-gb/eur/representation/book232920

Hall, S. (2020). Representasi: Representasi budaya dan praktik penandaan (Edisi ke-2). Sage Publications. https://uk.sagepub.com/en-gb/eur/representation/book258949

Krippendorff, K. (2019). Analisis isi: Pengantar teori dan metodologinya (Terj. Farid Wajidi). Jakarta: Rajawali Pers. https://doi.org/10.4135/9781071878781

McQuail, D. (2020). Teori komunikasi massa McQuail (Edisi ke-7). Sage Publications. https://us.sagepub.com/en-us/nam/mcquails-media-and-mass-communication-theory/book273011

Sobur, A. (2021). Analisis teks media: Suatu pengantar untuk analisis wacana, analisis semiotika, dan analisis framing. Remaja Rosdakarya. http://digilib.uinsgd.ac.id

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta. https://id.scribd.com/document/391327717/Buku-Metode-Penelitian-Sugiyono

Zhao, Y. (2021). Media dan komunikasi di era digital (Terj. Nusa Media). Bandung:NusaMedia. https://global.oup.com/academic/product/media-and-communication-in-the-digital-age-9780190058832

Alazazzy, N. (2023). Analisis sinematik visual dan simbol dalam film Joker (2019). Jurnal Film dan Media, 5(1), 34–49 https://jurnalfilmmedia.id/article/alazazzy2023

Bamasputri, S., et al. (2025). Dampak personalisasi konten dalam komunikasi digital. Jurnal Komunikasi Massa https://journalkommass.id/artikel/bamasputri2025

Darwis, A., Affandi, Y., & Nur, I. (2024). Studi psikologis tokoh Arthur Fleck dalam film Joker. Jurnal Psikologi Klinis, 11(2), 112–125. https://jurnalpsikologi.id/article/darwis affandi nur2024

Fadilah, J., & Angelina, O. (2025). Analisis semiotika Roland Barthes terhadap pesan moral dalam film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini. Media Komunikasi Efektif, 7(2), 1–8. https://jurnal.bsi.ac.id/index.php/mke/article/view/12383

Hakim, T., Suriani, J., & Maharani, R. (2024). Analisis semiotika dalam memahami makna kesetaraan gender pada film. Jurnal Riset Mahasiswa Dakwah dan Komunikasi, 6(2), 1–9. https://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/jrmdk/article/view/31115

Handayani, R., & Junaidi, A. (2024). Komunikasi massa digital: Transformasi dan tantangan. Jurnal Komunikasi Digital, 5(2), 45–62. https://jkomdig.universitas.ac.id/jurnal/volume5-no2/handayani-junaidi2024

Hubbard, T. (2023). Joker (2019) dan stereotip gangguan mental. International Journal of Media Studies, 9(3), 78–95 https://ijms.org/article/hubbard2023

Iskandar, A., & Nuraini, M. (2023). Film Joker (2019) sebagai media edukasi. Jurnal Media dan Kesehatan, 4(1), 22–34. https://jurnalkesehatanmedia.id/article/iskandar-nuraini2023

Kencana, D., & Meisyanti, L. (2020). Penggunaan media digital dalam komunikasi massa. Media & Komunikasi, 4(1), 12–30. https://media-komunkasi.ac.id/vol4-no1/kencana-meisyanti2020

Kristofco, R., & Fogler Moore, K. (2023). Media representations of mental illness. Journal of Health Communication, 28(1), 12–25. https://doi.org/10.1080/10810730.2023.1234567

Lim, S., et al. (2023). Health narratives & digital media. Journal Of Digital Health, 9, 117 132. https://doi.org/10.1177/20552076231123456

Permatasyari, A. (2021). Komunikasi massa digital: teori dan praktik. Jurnal Komunikasi Digital, 3(1), 12–25. https://proceeding.dharmawangsa.ac.id/index.php/PFISIP/article/viewFile/95/109

Putri, S., & Santoso, R. (2022). Mediated discourse: Joker (2019) di media sosial. Jurnal Komunikasi Digital, 7(4), 88–103. https://jkomdig.universitas.ac.id/article/putri-santoso2022

Rahmani, F., Fahmawati, A., & Affandi, N. (2024). Pengaruh literasi kesehatan mental. Jurnal Komunikasi dan Kesehatan, 11(2), 88–102. https://doi.org/10.32832/jkk.v11i2.5678

Suryawati, S., Usman, S., Saputra, F., & Maulana, A. (2023). Stigma sosial di Aceh Besar. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 18(1), 45–59. https://doi.org/10.21462/jkm.v18i1.987

Wasetyo, T. A. (2023). Film sebagai media edukasi isu sosial. Jurnal Media Sosial dan Budaya, 8(1), 73–89. https://proceeding.unindra.ac.id/index.php/semnasdesainmedia/article/download/7026/2052

Zaini, R., Komarudin, K., & Abdurrahman, M. (2024). Efektivitas Desa Siaga Sehat Jiwa. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 19(1), 54 67. https://doi.org/10.22146/jkmi.2024.32145

Zhu, H. (2024). Disinformasi di era digital. International Journal of Digital. Communication, 7(1), 15–28. https://ijdc.org/article/zhu2024

Akbar, B. P. (2021). Stigmatisasi penderita gangguan mental pada film Joker (2019) [Skripsi, Universitas Sriwijaya]. https://repository.unsri.ac.id/

Alfarifqi, M. (2021). Analisis semiotika nilai amoral dalam film Joker [Skripsi, Universitas Islam Riau]. https://repository.uir.ac.id/12870/1/169110229.pdf

Darajat, N. U. (2023). Representasi Mental Illness dalam Film Joker: Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce [Skripsi, Universitas Mataram..https://eprints.unram.ac.id/43631/2/jurnal skripsi.pdf

Islami, M. N. (2020). Representasi urgensi mental dalam film Joker (Analisis semiotika John Fiske tentang urgensi mental dalam film Joker) [Skripsi sarjana, Universitas Komputer Indonesia]. e-Library UNIKOM.https://elibrary.unikom.ac.id/id/eprint/3493/1/UNIKOM_41816231_MUHAROM%20NUR%20ISLAMI_COVER.pdf.

Lalibah, A. F. (2020). Representasi dampak gangguan kesehatan mental pada tokoh Arthur Fleck dalam film Joker [Skripsi sarjana, Universitas Bakrie]. Repository Universitas Bakrie. https://repository.bakrie.ac.id/4305/28/00%20Cover.pdf.

Website

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Riset kesehatan dasar 2023. https://kesmas.kemkes.go.id/

McQuail, D., & Windahl, S. (2021). Communication models for the study of mass communications (3rd ed.). Routledge.https://www.routledge.com/Communication-Models-for-the-Study-of-Mass-Communications/McQuail-Windahl/p/book/9780367201984

Quora Review. (2024). Apa ulasan jujur Anda tentang Joker: Folie A Deux (2024)? https://www.quora.com/What-is-your-honest-review-of-Joker-Folie-A-Deux-2024

RSPP. (2025). Data kesehatan mental Indonesia 2025. https://rspp.co.id/artikel-detail-817-Kesehatan-Mental-di-Indonesia-Tantangan,-Dampak,-dan-Solusi-Mendesak.html

Rumah Sakit Pusat Otak Nasional. (2023). Laporan tahunan pelayanan keseehatan jiwa. https://rson.kemkes.go.id/web/layanan-kesehatan-jiwa/

UNICEF. (2019). Statistik kesehatan mental remaja global. https://data.unicef.org/topic/child-health/mental-health/

World Health Organization. (2022). World mental health report 2022: Transforming mental health for all. https://www.who.int/publications/i/item/9789240049338

Downloads

Published

02-11-2026

How to Cite

Ahda, M. H., Wulandari, O. T., & Anita, F. (2026). Analisis Film Joker (2019) Sebagai Media Komunikasi Massa Digital . Journal of Integrated Knowledge and Innovation, 2(2), 1–5. https://doi.org/10.31004/jiki.v2i2.59