HUBUNGAN KETERSEDIAAN SANITASI DASAR TERHADAP STUNTING DI DESA SALO TIMUR KECAMATAN SALO TAHUN 2025

Authors

  • SRI HARDIANTI Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
  • Widia Ardila Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Keywords:

Basic Sanitation, Stunting

Abstract

Stunting is a public health problem associated with increased risk of illness, death, and stunted growth, both motoric (developmental) and mental. One of the causes of stunting in children can be influenced by several factors such as basic hygiene, food preparation, and maternal nutritional knowledge about children. The purpose of the study was to analyze the relationship between the availability of basic sanitation and stunting in East Salo Village, Salo District in 2025. The type of research is an analytical observational study with a cross-sectional design. The study was conducted on April 6-15, 2025 with a sample of 67 respondents who experienced stunting and did not experience stunting using the total sampling technique. Data collection using a questionnaire. Data analysis used univariate and bivariate analysis with the Chi Square test. The results of the univariate analysis obtained 38 respondents (56.7%) had unhealthy basic sanitation, 36 respondents (53.7%) mothers had less knowledge about nutrition and 32 toddlers (47.8) toddlers experienced stunting. The results of the Chi Square test showed a significant relationship between basic sanitation and Stunting in Salo Timur Village, Salo District in 2025, namely the results of basic sanitation statistics with a p value = 0.002 and maternal nutritional knowledge with a p value = 0.000. The conclusion is that the incidence of Stunting is directly influenced by the independent variable of basic sanitation which indirectly influences Stunting through a history of infectious diseases. Respondents are expected to always pay attention to the nutritional status of toddlers by bringing toddlers to the integrated health post every month to be weighed (BB) and height (TB) and given vitamin A to toddlers.

References

Andi Rachmawaty Rachim. (2020). Hubungan Pengetahuan Gizi Ibu, Pola Asuh, Dan Riwayat Penyakit Infeksi Terhadap Kejadian Stunting Baduta Umur 6 – 23 Bulan Di Kecamatan Malili Kabupaten Luwu Timur. Diakses 20 Maret 2025.

Arief, Latar Muhammad. (2016). Pengolahan Limbah Industri Dasar Dasar Pengetahuan dan Aplikasi di Tempat Kerja. Yogyakarta: Andi Offset.

Aritonang, Irianton. (2017). Memantau dan Menilai Status Gizi Anak. Yogyakarta: Leutika Books.

Amirullah, A., Putra, A. T. A., & Al Kahar, A. A. D. (2020). Deskripsi status gizi anak usia 3 sampai 5 tahun pada masa Covid-19. Murhum: jurnal pendidikan anak usia dini, 16-27.

Amalia, A. S. S. N., Rejek, D. S. S., Sari, E. N., Rachmani, N. N., Rahmatika, N. T., & Sudrajat, N. F. (2022). Efektivitas Metode Kelas Memasak Bagi Ibu Balita Untuk Mencegah Stunting Di Desa Jipang Kecamatan Karanglewas. Kesmas Indonesia, 14(1), 12-23.

Budiman & Riyanto A. (2013). Kapita Selekta Kuisioner Pengetahuan Dan Sikap Dalam Penelitian Kesehatan. Jakarta : Salemba Medika pp 66-69.

Chandra B. (2012). Pengantar Kesehatan Lingkungan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Dinkes Kabupaten Kampar. (2024). Profil Kesehatan Kabupaten Kuansing.Diperoleh dari www.Dinkeskabkuansing.net.diakses 08 Maret 2025

Dinas Kesehatan Provinsi Riau. (2024). Profil Kesehatan Provinsi Riau. Diperoleh dari www.DinkesProvRiau.net.diakses 20 Maret 2025.

Fikawati, S., Syafiq, A., & Veratamala, A. (2017). Gizi Anak dan Remaja. Depok: PT. RajaGrafindo Persada.

Hapsari, W. (2018). Hubungan Pendapatan Keluarga, Pengetahuan Ibu Tentang Gizi, Tinggi Badan Orang Tua, Dan Tingkat Pendidikan Ayah Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Umur 12-59 Bulan. Fakultas Kedokteran : Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Hidayat, S. S. (2015). Panduan Penulisan Skripsi Sarjana, Edisi Revisi – Juli 2015. Bandung : Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha

Kementerian Kesehatan RI. (2023). stunting. Jakarta: 2023.

Khairiyah, D., dan Fayasari, A. (2020). Perilaku higiene dan sanitasi meningkatkan risiko kejadian Stunting balita usia 12-59 bulan di Banten. Ilmu Gizi Indonesia, 3(2), 123.

Lynawati. (2020). Hubungan PHBS ( Perilaku Hidup Bersih Sehat ) Terhadap Stunting di Desa Kedung Malang Kabupaten Banyumas. Jurnal HUMMANSI (Humaniora, Manajemen, Akuntansi), 3(Maret), 41–46.

Masrini. (2020). Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Selama Hamil Dengan Kejadian Stunting: Literatur Review 2021. Borneo Student Research (BSR), 3(3), 2488-2503.

Maywita, E. (2018). Faktor Risiko Penyebab Terjadinya Stunting Pada Balita Umur 12-59 Bulan Di Kelurahan Kampung Baru Kec. Lubuk Begalung Tahun 2015. Jurnal Riset Hesti Medan Akper Kesdam I/BB Medan, 3(1), 56-65.

Mundiatun & Daryanto. (2015). Pengelolaan Kesehatan Lingkungan. Yogyakarta : Gava Media.

Murti. (n.d.). (2020). Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Balita Dengan Kejadian Stunting Anak Umur 36-59 Bulan. 2020, 05, 3–10.

Nasikhah, R., & Margawati, A. (2012). Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24–36 Bulan Di Kecamatan Semarang Timur (Doctoral Dissertation, Diponegoro University).

Notoatmodjo. (2014). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : PT. Rineka Cipta

Olsa, E. D., Sulastri, D., & Anas, E. (2018). Hubungan sikap dan pengetahuan ibu terhadap kejadian Stunting pada anak baru masuk Sekolah Dasar di kecamanatan Nanggalo. Jurnal Kesehatan Andalas, 6(3), 523-529.

Permenkes RI. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Standar Antropometri Anak. (Vol. 2507). Kemenkes RI.

Putri Ariani, A. (2017). Ilmu Gizi Dilengkapi dengan Standar Penilaian Status Gizi Dan Daftar Komposisi Bahan Makanan. Yogyakarta : Nuha Medika.

Purnama, S. M., Wibowo, R., & Kusmiati, A. (2017). Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan perilaku konsumen rumah tangga terhadap daging sapi di Kabupaten Jember. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian (J-SEP), 9(3), 8-22.

Pusdatin Kemenkes, R. I. (2018). Situasi Balita Pendek (Stunting) di Indonesia. Pusat Data dan Informasi, Jakarta.

Pratama, B., Angraini, D. I., & Nisa, K. (2020). Penyebab Langsung ( Immediate Cause ) yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak. 10 (2),299–303. https://doi.org/10.35816/jiskh.v10i2.167.

UNICEF, WHO, & World Bank. (2020). Levels and trends in child malnutrition: Key findings of the 2020 Edition of the Joint Child Malnutrition Estimates. Geneva: WHO, 24(2), 1–16.

Olsa, E. D., Sulastri, D., & Anas, E. (2017). Artikel Penelitian Hubungan Sikap dan Pengetahuan Ibu Terhadap Kejadian Stunting pada Anak Baru Masuk Sekolah Dasar di Kecamanatan Nanggalo. 6(3), 523–529.

Rahayu, A., Yulidasari, F., Putri, A. O., & Anggraini, L. (2018). Study Guide Stunting Dan Upaya Pencegahannya Study Guide-Stunting Dan Upaya. Yogyakarta: CV Mine.

Ramdhani, A., Handayani, H., & Setiawan, A. (2021, February). Hubungan Pengetahuan Ibu Dengan Kejadian Stunting. In Prosiding Seminar Nasional LPPM UMP (pp. 28-35).

Rahayu, B., dan Darmawan, S. (2019). Hubungan Karakteristik Balita, Orang Tua, Higiene dan Sanitasi Lingkungan Terhadap Stunting pada Balita. Jakarta : Rineka cipta.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta, CV.1(April), 22–27.

Supariasa, I., (2017). Penilaian Status Gizi. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.

Wellen. (2014). Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Balita Dengan Kejadian Stunting Anak Umur 36-59 Bulan Di Desa Singakerta Kabupaten Gianyar. Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery), 8(2), 62-69.

Downloads

Published

13-05-2025

How to Cite

HARDIANTI, S., & Ardila, W. (2025). HUBUNGAN KETERSEDIAAN SANITASI DASAR TERHADAP STUNTING DI DESA SALO TIMUR KECAMATAN SALO TAHUN 2025. Journal of Integrated Knowledge and Innovation, 1(1), 25–29. Retrieved from https://jiki.web.id/index.php/jiki/article/view/6